Direktur Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Membuka Debat Calon Ketua dan Wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Periode 2025/2026

  • Home
  • Kemahasiswaan
  • Direktur Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Membuka Debat Calon Ketua dan Wakil Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Periode 2025/2026

Direktur Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Ibu Wahyu Tri Astuti, S. Kep. Ns, M. Kep memberi sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Akper Karya Bhakti Nusantara Magelang Periode 2025/2026 pada tanggal 30 April 2025, isi sambutannya antara lain bahwa BEM adalah jantung pergerakan mahasiswa, tidak hanya simbol, tapi wadah untuk belajar menjadi pemimpin, berorganisasi, dan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam dunia keperawatan yang sedang tekuni. Pesan Direktur adalah Pilihlah ketua yang tidak hanya pandai berbicara, tapi juga benar-benar mau bekerja,  harapannya proses pemilihan ini bisa berjalan dengan jujur, adil, dan penuh semangat persaudaraan. Siapapun yang terpilih nanti, kita akan dukung bersama.

Adapun yang menjadi calon ketua yaitu Rendy Nur Ikhsan, M. Wanda Fata, Zada Nabila Z dan Previasari Aulia Putri. Yang menjadi Panelis dalam Debat yaitu Ibu Evy Tri Susanti, S. Kep, Ns, M. Kes selaku Pembantu Direktur I Bidang Pendidikan, Ibu Dra. Lis Nurhayati, M. Kes selaku Pembantu Direktur II Bidang Administrasi & Keuangan, dan Ibu Emah Marhamah, S. Kep, Ns, M. Kes selaku Pembantu Direktur III Bidang Kemahasiswaan. Hasil pemilihan mahasiswa sejumlah 165 orang, yang mendapatkan skor tertinggi diraih oleh Rendy Nur Ikhsan dengan skor 43,6 %, peringkat kedua diraih oleh Muhammad wanda Fata dengan skor 27,3% peringkat ketiga diraih oleh Previasari Aulia Putri dengan skor 23% dan peringkat keempat diraih oleh Zada Nabila Z dengan skor 6,1%. Dengan demikian ketua dan wakil ketua BEM periode 2025/2026 yaitu Rendy Nur Ikhsan dan Muhammad Wanda Fata.

Comments are closed